IPB Badge

Keajaiban Dan Manfaat Shalat Tahajjud

Shalat tahajjud adalahshalat sunnat yang dikerjakan di malam harisetelah terjaga dari tidur. Shalat tahajjud termasukshalat sunnat mu’akad(shalat yang dikuatkan oleh syara’). Shalat tahajjud dikerjakan sedikitnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya tidak terbatas. Dengan mengerjakan shalat tahajjud selain kita mendapatkan pundi-pundi pahala dari Allah, shalat tahajjud memberikan banyak sekali manfaatnya bagi kita.

Manfaat shalat tahajjud diantaranya menghapus dosa-dosa yang dilakukan siang hari, menghindarkannya dari kesepian dialam kubur, mengharumkan bau tubuh, menjaminkan baginya kebutuhan hidup,shalat tahajjud juga dipercaya memiliki keistimewaan lain, dimana bagi orang yang mendirikan shalat tahajjud diberikan manfaat, yaitu keselamatan dan kesenangan di dunia dan akhirat.

Shalat tahajjud juga sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita.“KETENANGAN” yang kita peroleh dari melaksanakan sholat tahajjud mampu meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan meningkatkan usia harapan hidup.
Sebaliknya, bentuk-bentuk tekanan mental seperti Stres maupun Depresi membuat seseorang rentan terhadap berbagai penyakit, infeksi dan mempercepat perkembangan sel kanker serta meningkatkan metastasis (penyebaran sel kanker). Tekanan mental itu sendiri terjadi akibat gangguan irama sirkadian (siklus bioritmik manusia) yang ditandai dengan peningkatan Hormon Kortisol. Perlu diketahui, Hormon Kortisol ini biasa dipakai sebagai tolok ukur untuk mengetahui kondisi seseorang apakah jiwanya tengah terserang stres, depresi atau tidak.

Tahajjud Harus Secara Ikhlas & Kontinyu
karena pada saat yang sama, shalat tahajjud pun Bisa Mendatangkan Stres, terutama bila Tidak Dilaksanakan Secara Ikhlas dan Kontinyu. Dengan begitu, keikhlasan dalam menjalankan shalat tahajjud menjadi sangat penting. Shalat tahajjud yang dijalankan dengan tepat, kontinyu, khusuk, dan ikhlas dapat menimbulkan persepsi dan motivasi positif sehingga menumbuhkan coping mechanism yang efektif.

Subhanallah… Ternyata Shalat Tahajjud memiliki banyak sekali manfaat bagi kita. Mengapa kita tidak melatih dan membiasakan diri kita untuk melaksanakannya sejak dini ?? Mari kita mendekatkan diri kita kepada Allah melalui Shalat Sunnat Tahajjud. Semoga semua yang kita lakukan mendapatkan ridho dari Allah. Amin..!!

Minggu Tenangku

Cigombong, 19 November 2010

9.29 PM

Read the rest of this entry »

CERITA INSPIRASI DIRI SENDIRI

Nama   : Awalia Khairun Nisa

Nrp      : G44100014

Laskar : 8

Ketika kelas 3 SMA, aku memasuki kelas baru. Aku benar-benar belum terbiasa dengan keadaan kelasku saat itu. Dengan teman-teman baru yang tak ku kenal sebelumnya. Sebenarnya aku sangat sedih, ketika kutahu bahwa saat naik ke kelas 3 nanti, komposisi kelas akan dipisah kembali. Hal itu sangat membuatku kecewa. Karena aku akan berpisah dengan teman-teman dekatku.

Saat pertama kali aku memasuki kelas, rasa tidak nyaman mulai kurasakan. Kelas itu sangat berbeda dengan kelasku yang dulu. Rasanya aku ingin pindah kelas saja , tapi hal itu percuma.

Hari-hari kulalui dengan rasa tidak nyaman setiap saat aku berada di kelas. Setiap kali bel istirahat berbunyi, aku selalu menuju kelas temanku. Kugunakan waktu istirahat untuk saling curhat satu sama lain mengenai kelas masing-masing. Dari situ, mereka selalu memberiku support bahwa aku bisa melaluinya.

Hal ini memberiku  pelajaran yang sangat berarti. Bahwa kita tidak boleh memandang orang dari luarnya saja. Kita harus selalu berpikiran positif dan terbuka pada siapa saja.

Tidak mudah rasanya untuk dapat langsung merasa nyaman dengan kelas yang baru serta teman-teman yang baru pula. Hal ini pun berpengaruh pada nilai-nilai akademikku. Beberapa pelajaran mengalami penurunan. Ini membuatku semakin tidak nyaman di kelas.

Namun, teman-teman dekatku selalu memberi semangat. Mereka menyarankanku untuk terbuka dengan teman yang lainnya. Berusaha untuk dapat menerima mereka apa adanya. Akupun mencoba saran temanku.

Aku mulai mengubah kebiasaanku dari yang diam, kubiasakan untuk memulai percakapan dengan teman lainnya. Hal itu membantuku untuk dapat memahami karakter mereka. Sedikit demi sedikit, aku mulai terbiasa. Dan akhirnya aku mulai merasa nyaman dengan keadaan kelasku saat itu.

Setelah kuceritakan apa yang telah kulakukan, pada teman dekatku, mereka merasa sangat bahagia. Akupun demikian.

Hal ini memberiku  pelajaran yang sangat berarti. Bahwa kita tidak boleh memandang orang dari luarnya saja. Kita harus selalu berpikiran positif dan terbuka pada siapa saja.

CERITA INSPIRASI ORANG LAIN

Tugas MPKMB

Nama   : Awalia Khairun Nisa

Nrp      : G44100014

Laskar : 8

Saat itu aku masih berusia sekitar 8 tahun, usia yang masih terlalu dini untuk mengerti apa yang terjadi pada keluargaku saat itu. Yang kutahu, setiap pagi ayahku selalu pergi kerja. Ayah adalah seorang editor di majalah mingguan yang berlokasi di Jakarta. Namun saat itu, ia tak pergi kerja. Aku tak bertanya mengapa ia tak berangkat juga. Kupikir hari itu kantornya libur. Jadi aku urungkan niatku untuk bertanya.

Suatu ketika, kuberanikan diri untuk bertanya pada ibu, dan ibu menjawab bahwa ayahku telah di PHK dari tempatnya bekerja. Aku tak mengerti maksud dari PHK. Kemudian ibu menjelaskan bahwa ayahku sudah tidak bekerja lagi. Karena perusahaan majalah tempat ayahku bekerja bangkrut dan tidak mampu lagi menggaji karyawannya. Saat itu aku hanya terdiam mendengar penjelasan ibu. Aku sangat polos saat itu. Aku hanya mengamati kedua orang tuaku yang mulai bertingkah aneh. Aku tak mengerti.

Hingga suatu hari, kami sekeluarga pindah ke kampung halaman ayah yang berlokasi di Cigombong, Bogor. Otomatis aku pun pindah ke sekolah dasar yang berada di sana.

Hari demi hari kulalui di desa tersebut, ayahku juga mulai membuka usaha sendiri, ia mulai membuka usaha bunga krisan. Awalnya, usaha ayah berjalan dengan lancer. Tidak terdapat kendala sedikitpun. Namun, suatu hari ayahku terkena tipu oleh kurir bunga yang biasa ayah titipi barang. Akhirnya, ayahku bangkrut sekian juta rupiah. Aku tak tahu secara pasti berapa nominalnya. Tapi ayah tidak putus asa. Ia tetap semangat untuk memulai usaha baru lagi. Dari usaha berjualan baju pun, ayah lakukan. Ibu juga membantu usaha ayah. Ibu menerima pesanan menjahit baju atau kerudung. Keadaan ekonomi keluargakupun semakin lama semakin membaik.

Suatu ketika, saat aku kelas 6 SD, ayah member tahuku, bahwa ayah akan mendidirikan sebuah SMP swasta. Akupun mendukung usaha tersebut. Dengan bantuan para saudara dan rekan ayah, akhirnya ayah dapat mendirikan sebuah smp tepat waktu sesuai yang ia targetkan.

Setelah berdirinya SMP, Alhamdulillah ayah kini mulai mendapatkan pekerjaan tetap sebagai pengurus yayasan. Berkat usaha ayah, akhirnya aku dapat tetap bersekolah hingga kuliah di perguruan tinggi imipianku, IPB.

Semangat, kesabaran dan keikhlasan ayah untuk tetap berusaha dalam keadaan apapun membuatku untuk tetap semangat belajar. Ayah  menginspirasiku untuk memberikan yang terbaik untuk kedua orang tuaku.

Perfeksionisme Memicu Depresi Postpartum

Netsains.Com – Para ibu baru yang berpikir mereka ingin jadi orang tua ideal, sebaiknya mengenyahkan pikiran itu, sebab mereka berisiko terserang depresi postpartum. Demikian menurut ilmuwan yang menganalisa 100 ibu baru di Toronto, Kanada.

Dari studi tersebut ditemukan bahwa orang yang perfeksionis, yaitu berharap menjadi seseorang yang sempurna dan ingin orang lain juga sesempurna harapannya, terkait dengan depresi postpartum. Depresi jenis ini banyak diderita kaum wanita yang beru pertama kali menjadi ibu.

Studi ini awalnya mengamati bagaimana perfeksionisme mampu memengaruhi kemampuan kaum ibu menyeimbangkan hidupnya setelah melahirkan. 100 ibu baru yang dilibatkan diminta mengisi kueioner untuk menjelaskan level dan enis perfeksionisme mereka sebagai perasaan depresi.

Hubungan antara perfeksionisme dan depresi postpartum ternyata adalah yang terkuat di antara kasus perfeksionisme yang muncul saat mereka tak memiliki masalah. “Banyak ibu baru yang berharap segala sesuatu berjalan sempurna,” jelas Gordon Flett, professor psikologi di York University, Kanada. “Faktanya, mereka merasa segala sesuatu berjalan buruk sehingga mereka berusaha menutupinya.”
Temuan ini layak diperhatikan, sebab kadang keluarga dan teman-teman dekat ibu yang baru melahirkan tidak menyadari bahwa si ibu mengalami depresi.

“Kecenderungan ini terjadi akibat orang tidak mengatakan ke orang lain seberapa buruk kondisi mereka. Yang menyedihkan, banyak keluarga yang menganggap semua baik-baik saja,” ujar Flett. Hasil studi ini juga membantah mitos mengenai orang tua sempurna. Padahal untuk orang tua baru atau orang tua kebanyakan tak perlu menargetkan diri menjadi orang tua sempurna.

Diterjemahkan secara bebas dari LiveScience.Com